Surat ke-17 BANI ISRAIL Makkiyah : 111 ayat

hubungkan dengan tulisan ISRA’ & MI’RAJ – REVOLUSI TEHNOLOGI PERDAMAIAN” – MENJAWAB TANTANGN ZAMAN MODERN

“Bismillahirrahmaanirrahiimmm“.

1. “Semesta kenyataan hidup adalah kesibukan berbuat menurut Allah-1), yang telah menjalankan hambanya (Muhammad)-2) dengan hambanya (Malaikat)-3) pada suatu malam-4) dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha-5), guna KAMI memberinya satu pandangan tentang pembuktian-pembuktian ILMI-ah KAMI (menjadi pembuktian ILMI-ah al-Qur’an menurut Sunnah Rasulnya)-6). Sesungguhnya DIA, dengan pembuktian ILMI-ah al-Qur’an menurut Sunnah Rasulnya ini adalah pembina tanggapan lagi pemberi pandangan hidup demikian revolusioner-7).
2. Dan KAMI telah datangkan kitab Taurat menurut Sunnah Rasul Musa-8) yakni KAMI bikin yang demikian menjadi pedoman hidup bagi Bani Israil : “Agar kalian jangan membikin selain Taurat menurut Sunnah Rasul-KU ini menjadi pemberi pimpinan hidup satu-satunya”.
3. Menjadi (Bani Israil) turunan dari yang KAMI telah selamatkan bersama Sunnah Rasul Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh dengan Sunnah Rasulnya) adalah abdi kehidupan sesyukur-syukurnya-9).
4. Dan KAMI, berdasarkan isi Taurat menurut Sunnah Rasul Musa, telah pastikan kepada Bani Israil : “Kalian benar-benar merusak kehidupan di permukaan bumi ini menjadi dua muka-10) sehingga, dengan itu, kalian sungguh berlagak tinggi setinggi-tingginya lagi gede segede-gedenya” -11).

___________________________________________________
“Foot Note”
1)Hubungkan dengan Surat Anbiya’ ayat 30 – 33; Surat Yasin ayat 30 – 40; Surat Fush-shilat 9 – 12; Surat Muluk ayat 3 dan 4, “niscaya satu pandangan akan balik menjadi kalian demikian merendah”
2)Ingat peristiwa Isra’ dan Mi’raj terjadi pada tahun ke-10 Dakwah,
3)Hubungkan dengan Surat Fathir ayat 1; Surat Najm ayat 6–9; Surat Ma’arij ayat 4 dsb. Dan konkritkandgn Hadits : “Malaikat mempunyai enam ratus dimensi”.
4)Pada tanggal 27 Rajab tahun ke-10 Dakwah (Makkiyah)
5)Di Sidratul Muntaha, hubungkan dengan Surat Najm ayat 14 dan 15
6)Hubungkan dengan Surat Najm ayat 10 – 18 dsb
7)Hubungkan dengan Baqarah ayat 285, “ghufranaka ……”; dsb
8)Hubungkan dengan Surat Qashash ayat 3 – 43; dan perincikan dengan Surat A’raf ayat 103 – 145; Surat Thaha ayat 9 – 98; Surat Syu’ara ayat 10 – 57 dsb
9)Hubungkan dengan Surat A’raf ayat 59 – 64; Surat Hud ayat 25 -..; Surat Syu’ara ayat 106 – 122; Surat Nuh ayat 1 – 8 dsb.
10) Ingat “marratun”, Masdar Murrah, bentuk kata yang menyatakan sekali laku selesai satu kerja. Coba, kalau dimutsannakan, dibikin menjadi dua, mana yang digandakan di sini, kali kerjanya ataukah yang dikerjakan ? Hubungkan dengan Surat A’raf ayat 109 – 122; Surat Thaha ayat 71; Surat Syu’ara ayat 36 – 48 dsb
11) Hubungkan dengan Surat Baqarah ayat 116 dan 165; Surat Maidah ayat 17 dan 18 dsb; sebagai penyelewengan Surat Baqarah ayat 47 dan 122 dan sebagainya.
=================================

5. Seterusnya, tatkala janji (ketentuan) pertama yang dua muka itu telah tiba-12), “KAMI bangkitkan atas kalian satu abdi kehidupan sosial yang, menurut KAMI, mempunyai keganasan yang luar biasa”-13), hardik Allah kepada Bani Israil selanjutnya, “Maka mereka itu meng-onarkan segala segi kehidupan berumah tangga-14), dan itulah ketentuan yang diperlakukannya”.
6. Selanjutnya, “KAMI kembalikan kalian kemerdekaan atas mereka (yang demikian ganas itu)”-15), (himbau Allah kepada Bani Israil), “yakni KAMI limpahkan bagi kalian harta benda dan turunan, ialah KAMI bikin kalian itu menjadi berpuak-puak demikian banyak”-16).
7. “Jikalau kalian berlaku ihsan-17) itu niscaya kalian berlaku ihsan itu adalah untuk diri kalian”, (tegas Allah kepada Bani Israil), “Sebaliknya, jika kalian ber-tujuan jahat dengan pilihan aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun maka begitulah pula”, hingga tatkala ketentuan terakhir telah tiba, “supaya mereka (yang demikian ganas itu) meng-onar-kan pandangan hidup kalian-18), yakni agar mereka menggusur Masjid satu IMAN sebenarnya (pandangan dan sikap hidup dengan ajaran Allah menurut Sunnah Rasul-NYA)-19) menjadi Gereja (tempat pemujaan Iman percaya)”-20). Seperti halnya mereka itu menggusur pada kali pertama, “agar mereka menghancurkan (aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun)-21) yang kalian berlagak tinggi menjadi sehancur-hancurnya”.
8. “Kiranya pembimbing kalian, dengan NUR menurut Sunnah Rasul-NYA, akan mengurniakan kalian satu kehidupan saling kasih sayang menurut Sunnah Rasul-NYA”, (Tandas Allah dengan dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA kepada Bani Israil), “Tetapi jika kalian kembali aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun-22) niscaya KAMI menimpa kalian”. Yakni KAMI bikin jahannam bagi yang, dengan pilihan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun, bersikap negatif terhadap pembuktian-pembuktian ILMI-ah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul KAMI ini menjadi semacam penjara.
9. Sebenarnya al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini akan memberikan pe-doman hidup yang setangguh-tangguhnya. Yakni dia menghimbau manusia menjadi yang hidup berpandangan dan bersikap dengan demikian, ialah yang berlaku tepat menurut demikian bahwa bagi yang demikian itu adalah suatu imbalan hidup yang demikian agungnya.
10. Dan bahwa yang tidak mau hidup berpandangan dan bersikap demikian dengan Hasanah di dunia dan akhirat menjadi tujuan terakhir-23) niscaya KAMI haruskan bagi yang demikian itu satu siksaan sepedih-pedihnya.

_____________________________________________________
“Foot Note”
12) dan 13) Hubungkan dengan Surat A’raf ayat 123 – 127; Surat Thaha ayat 71; Surat Syu’ara ayat 49 dsb
14) Istilah “rumah tangga” disini ialah dalam arti luas Negara, dan dalam arti sempit ialah rumah tangga biasa.
15) Hubungkan dengan Surat A’raf ayat 137; Surat Thaha ayat 80; Surat Syu’ara ayat 59 – 66 dsb
16) Hubungkan dengan Surat Baqarah ayat 60; Surat A’raf ayat 160 dan sebagainya
17) Ingat Sistematik IMAN Joang, terutama klasifikasi dan spesialisasi Ihsan satu Tujuan.
18) Untuk kali terakhir ini, hubungkan dengan Surat Baqarah ayat 87, 246 – 251; Surat Ali Imran ayat 144 dsb, juga sesudah nabi Muhammad
19) Ingat Masjid satu Lembaga Persiapan dan Pembinaan IMAN, hubungkan dengan Surat Ali Imran ayat 37 dan 39; Surat Taubah ayat 108; Surat Maryam ayat 11 dan sebagainya
=============================

11.Dan manusia itu berharap atas pilihan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin dengan tujuan hidup jahat sebagaimana halnya atas pilihan NUR (al-Qur’an) menurut Sunnah Rasul dengan tujuan hidup ihsan. Dan manusia itu adalah hidup latah selatah-latahnya-24).
12.Yaitu KAMI, seperti halnya membikin malam dan siang menjadi dua pembuktian maka KAMI hapus kenyataan malam, yakni KAMI bikin pembuktian siang menjadi pemantul-pemantul terang guna kalian bisa men-cari keuntungan dari pembimbing kalian, begitu kelebihan pilihan NUR (al-Qur’an) menurut Sunnah Rasul pembimbing kalian atas pilihan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apa saja. Yaitu, seperti halnya peredaran siang dan malam itu guna kalian bisa mengetahui perhitungan yakni ilmu berhitung, begitulah model kehidupan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini demikian matematisnya (sebaliknya pilihan Dzulumat hanyalah spekulasi non ILMI-ah menurut Sunnah Syayatin belaka). Dan masing-masing sesuatu itu, atas pembuktian al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini, KAMI klasifikasi dan spesialisasikannya menjadi klasifikasi dan spesialisasi NUR menurut Sunnah Rasul dan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apa saja.
13.Yakni setiap manusia itu KAMI tetapkannya menjadi yang mengedari hidupnya pada kecenderungan dirinya. Dan kelak, menurut masing-masing pilihannya itu, pada giliran sejarah tegaknya al-Qur’an menjadi satu ke-hidupan menurut Sunnah Rasul ini, akan KAMI keluarkan menjadi ibarat suatu pembukuan yang akan menunjukkan setiap balans untung ruginya.
14. “Bacalah kitab al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini hingga menjadi pandangan hidup kalian”, (tegas Allah kepada nabi Muhammad dan yang mengikutinya), “Cukuplah terhadap diri kalian sendiri, pada giliran Sami’na satu persiapan dan Pembinaan IMAN menjadi suatu keyakinan atas diri kalian saja”.
15. Siapa yang memilih al-Qur’an ini menjadi pedoman hidupnya maka se-benarnya dia itu mempedomankan bagi dirinya untuk hidup denganal-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini. Sebaliknya, yang memilih Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun maka sebenarnya dia itu men-Dzulumat-kan diri menjadi hidup menurut demikian. Dan siapapun yang memikul suatu beban itu janganlah menjadi beban yang lain. Yaitu KAMI bukanlah yang melakukan siksaan hingga KAMI bangkitkan setiap Rasul dengan misi dakwah seperti dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasulnya.

_____________________________________________________
“Foot Note”
20) Ingat kasus Yahudi yang merobah Masjid Nabi Sulaiman dan Masjid nabi ‘Isa anak Maryam menjadi Gereja Baital Muqaddas
21) Hubungkan dengan Surat Baqarah ayat 85 dan 246, dimaksud di sini ialah munculnya Jalut dan kemudian, sesudah nabi Sulaiman, munculnya Tiglat Pilasar, Nebukadnezar, penghancuran Jerussalam oleh Titus dan penghancuran Umat Islamisme oleh kebangkitan Barat.
22) Ingat kembali tantangan dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul Muhammad, Yahudi yang berselimut dalam Nasionalisme Arab Musta’rabah
23) Ingat kembali Surat Baqarah ayat 4 dan 201 dan sebagainya
24) Hubungkan dengan Surat Baqarah ayat 30, “khalifah”, rangkaikan dengan Surat Ali Imran ayat 14; Surat Thaha ayat 83 – 97 dan 114
==================================

16.Yaitu, apabila KAMI ingin menghancurkan suatu negeri niscaya KAMI, atas pilihan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu, menyuruhnya men-jadi hidup rakus serakus-rakusnya hingga mereka itu berlaku busuk di dalamnya. Maka omongan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini berlaku obyektiflah atas yang demikian-25). Akhirnya KAMI hancurkan yang demikian itu menjadi sehancur-hancurnya.
17.Dan berapa banyak dari kurun itu, sesudahnya Sunnah Rasul Nuh, atas pilihan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun, telah KAMI binasakan. Maka cukupkan sajalah dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul pem-bimbing kalian ini, tentang riwayat penyiksaan abdi-abdi kehidupan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun-NYA itu, menjadi pewarta lagi pembentuk pandangan hidup demikian revolusionernya.
18.Siapa yang dia itu adalah menginginkan menjadi yang hidup latah niscaya KAMI latahkan bagi yang demikian ke dalam pilihan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun yang KAMI inginkan bagi yang doyan dengan yang KAMI inginkan itu. Kemudian KAMI bikin baginya itu jahannam yang akan memasaknya menjadi yang terhina dina lagi yang terpencil selama-lamanya.
19.Dan yang menginginkan satu kehidupan muttakhir (hasanah di dunia dan akhirat), yakni yang berusaha dengan segiat-giatnya untuk mencapai yang demikian, ialah yang dia itu adalah yang hidup berpandangan dan bersikap dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini, maka itulah dia yang usahanya adalah yang dilakukan dengan syukur sesyukur-syukurnya.
20.Masing-masingnya KAMI luangkan menjadi yang begitu (dengan pilihan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun) dan menjadi yang demikian (dengan pilihan NUR menurut Sunnah Rasul) dari kurnia pembimbing kalian. Dan sajian al-Qur’an yang demikian NUR menurut Sunnah Rasul pem-bimbing kalian ini adalah suatu yang tidak dapat dihalangi oleh siapapun juga-26).
21.Lihatlah, betapa KAMI melebihkan bagian pilihan NUR menurut Sunnah Rasul atas bagian pilhan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu !. Dan sungguh yang memilih hidup muttkhir (di dunia hasanah dan di akhirat hasanah) adalah tingkatan hidup yang lebih agung yakni kelebihan hidup yang demikian agungnya.
22.Janganlah kalian bikin bersama al-Qur’an yang demikian NUR dan Dzu-lumat menurut Sunnah Rasul Allah ini menjadi suatu pembina kehidupan yang lain (aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu) akhirnya kalian, dengan aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu, akan menduduki kehidupan yang terhina dina lagi yang saling terpecah-belah satu sama lainnya.

___________________________________________________
“Foot Note”
25) Ingat kembali ayat 7 dan 10 di atas
26) Ingat kembali ayat 11 di atas, rangkaikan dengan Surat Shaffat ayat 60 – 62; Surat Insan ayat 3; Surat Balad ayat 8 – 10 dan sebagainya
==========================

23.Dan pembimbing kalian (Muhammad), dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini, telah memastikan agar kalian jangan hidup mengabdi selain dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA ini dan ihsan se-ihsan- ihsannya terhadap dua ibu bapak. Adapun, pasti salah satu keduanya atau kedua-duanya akan mencapai usia tua di sisi anda, maka janganlah anda menyatakan : “uh/ah’, kepada keduanya, juga jangan menghardik keduanya, tetapi berkatalah bagi keduanya omongan yang se-ILMI-ah ILMI-ahnya.
24.Yaitu layangkanlah bagi keduanya (ibu bapak) satu gaya merendah diri se-model kehidupan saling kasih sayang dari al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini, yaitu panjatkan do’a : “Wahai pembimbingku ! Kurniakanlah kedua orang tuaku pandangan dan sikap al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-MU seperti halnya keduanya telah membimbingku semenjak kecil penuh cinta-27)”.
25.Pembimbing kalianlah (semua manusia) yang dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA, meng-ILMU-i terhadap yang menjadi kecenderungan hidup kalian. Jika kalian menjadi yang berlaku tepat menurut demikian maka sesungguhnya DIA, dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA ini, adalah benar-benar menjadi pembina kehidupan maha revolusioner bagi yang mau taubat setaubat-taubatnya.
26.Dan tunaikanlah setiap anggota keluarga-28) akan haknya, terdiri dari fakir miskin dan yang menghabiskan hidupnya memperjuangkan Islam satu-satunya penataan hidup dari al-Qur’an menurut Sunnah Rasul Allah ini se-hingga dia itu tidak ada lagi waktu untuk menutupi kebutuhan hidupnya, sebaliknya janganlah kalian menghamburkan harta seboros-borosnya.
27.Sebenarnya pemboros-pemboros itu adalah sejawat Dzulumat menurut Sunnah Syayatin. Dan Syaitan itu sendiri, dengan pilihan Dzulumat menurut Sunnahnya itu, atas pembuktian al-Qur’an menurut Sunnah Rasul pem-bimbingnya ini, adalah negatif senegatif-negatifnya.
28.Sebaliknya,jika kalian benar-benar mau mengelak dari mereka (anggota keluarga) akan tuntutan hidup kasih sayang dari al-Qur’an menurut Sunnah Rasul pembimbing kalian yang sebenarnya kalian mengharapkannya maka nyatakankanlah kepadanya itu dengan satu pernyataan yang seterang-terangnya.
29.Yaitu, janganlah kalian berlepas tangan atas pilihan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini, sebaliknya lagi, janganlah kalian mengobral menjadi obralan kasih sayang-29), akhirnya kalian menjadi hidup kotor lagi yang awur-awuran seperti pilihan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apa saja.

_______________________________________________
“Foot Note”
27) Hubungkan dengan Surat Ibrahim ayat 54; Surat Maryam ayat 47 dan 48; Surat Syu’ara ayat 86; Surat Nuh ayat 28; dan rangkaikan dengan Surat Taubah ayat 113 dan 114; Surat Hud ayat 45 – 47 dan sebagainya.
28) Hubungkan dengan Surat Baqarah ayat 177; Surat Taubah ayat 111, 113 dan 114 dan sebagainya; dan ingat kembali Surat Hud ayat 45 –47 dan sebagainya.
29) Perkataan dan kalimat ini menunjukkan bukan gamblang (kitabun Mubin). Oleh sebab
itu coba ungkap dengan pepatah Indonesia.
=======================

30.Sebenarnya pembimbing anda (Muhammad), dengan dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA, menghamparkan Islam satu-satunya penataan pembagian rezeki paling kasih sayang bagi yang mau yang DIA kehendaki, yakni DIA, dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA ini, memberikan rancangan dan kepastian hidup satu-satunya. Sesungguhnya DIA, dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA, adalah pewarta lagi pembina pan-dangan hidup demikian revolusioner terhadap abdi-abdi kehidupan menurut-NYA.
31.Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian dengan alasan takut ke-sengsaraan-30). KAMI, dengan al-Qur’an di dalam mana Dinul Islam satu-satunya penataan hidup menurut Sunnah Rasul ini, mengatur kebutuhan hidupnya dan diri kalian sendiri. Sebenarnya pembunuhannya (anak-anak) itu sendiri adalah tindak pidana luar biasa-31).
32.Dan janganlah kalian mendekati pelacuran-32). Sesungguhnya yang de-mikian itu adalah laku perbuatan kotor yakni cara hidup sejahat-jahatnya.
33.Selanjutnya, janganlah kalian membunuh setiap diri yang Allah, atas pem-buktian al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA, telah melarang kecuali dengan alasan obyektif ILMI-ah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA. Dan yang terbunuh secara Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun maka sungguh KAMI mengangkat walinya menjadi kuasa penuntutnya. Selanjutnya janganlah berlaku ceroboh dalam pelaksanaan pidana pembunuhan-33). Sesungguhnya dia (yang terbunuh atau walinya) dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA adalah yang mendapat pertolongan-NYA
34.Seterusnya, janganlah kalian mengambil harta benda anak yatim kecuali dengan tujuan ihsan-34) hingga dia mencapai baligh maka laksanakanlah ketentuannya. Sebenarnya ketentuan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul inilah hak (kekuasaan) yang dituntut tanggung jawabnya-35).
35.Dan sempurnakan sukatan dikala kalian melakukan sukatan dan sempurna- kan timbangan dikala kalian melakukan timbangan. Demikianlah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini adalah pembina kehidupan lebih indah yakni pembuktian hidup se-ihsan ihsannya.
36.Dan janganlah kalian mengikuti yang bagi kalian itu tidak ada ilmu terhadapnya. Sebenarnya pendengaran, pandangan hidup dan tanggapan hati itu, masing-masing kesemuanya itu, perihal yang demikian, adalah yang harus dipertanggung jawabnya.
37.Dan anda (Muhammad) jangan bergaya membusung dada di permukaan bumi ini. Sebenarnya anda, dalam dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini, bukan sekali-kali membolong kehidupan di bumi ini, juga bukan sekali-kali melampaui semua gunung menjadi setingggi-tingginya.

________________________________________________
“Foot Note”
30)Hubungkan dengan Surat An’am ayat 137; Surat Ibrahim ayat 6; Surat A’raf ayat 127; Surat Qashash ayat 4 dan sebagainya
31)Hubungkan dengan dengan Surat Baqarah ayat 178, 179, 216, 217 dsb; Surat Ali Imran ayat 195 dan 196. Dan ingat Surat Anfal ayat 30
32)“Zina” ialah persetubuhan di luar pernikahan. Apakah boleh melacur tanpa mendekatinya ? Hubungkan dengan Surat Nur ayat 2 dan 3 (bagi yang belum kawin) dan bagi yang sudah kawin, hubungkan dengan Hadits “rajam sampai mati”
33)ingat not 31. Dan bandingkan dengan Surat Baqarah ayat 85 dan sebagainya
=================================

38.Masing-masing itu, setiap kejahatan hidupnya atas pilihan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun, berdasarkan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul pembimbing anda ini, adalah yang tercela.
39.Demikianlah, setiap bagian yang pembimbing anda (Muhammad) telah mewahyukan menjadi al-Qur’an menurut Sunnah Rasul anda, adalah sebagian ketentuan hukum obyektif ILMI-ah. Dan janganlah anda bikin bersama al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini menjadi pembina kehidupan yang lain (aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu), akhirnya anda akan terjerumus ke dalam kehidupan jahannam menjadi yang hidup tercemar lagi yang terkutuk semuanya-36).
40.“Maka apakah pembimbing kalian, dengan pembuktian al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini, meng- alternatifkan kalian dengan Adat Anak Laki-laki Tertua (Humazah Lumazah) menjadi satu kehidupan Satria ?”, (sindir Allah terhadap Yahudi yang menjadi alas Arabisme), “Sebaliknya DIA membikin Risalah Malaikat (al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini) menjadi semodel kehidupan Gadis Pingitan (yang hanya pandai bersolek tanpa produktifitas apapun ?! Sungguh kalian, dengan aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu, adalah benar-benar bermulut besar sebesar-besarnya !” -37).
41.Dan sungguh KAMI telah meng-klasifikasi dan spesialisasi-kan ini al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini (menjadi NUR menurut Sunnah Rasul dan atau Dzulumat dan aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun) agar mereka (setiap manusia) menyadarkan dirinya. Tetapi tidak adalah yang demikian ini kecuali menambahnya lebih nyelonong saja.
42.Tegaskan : “Jikalau bersama al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini ada lagi berbagai pembina kehidupan, sebagaimana yang mereka lontarkan itu, niscaya benar-benarlah mereka itu membikin sistem pemberontakan terhadap yang mempunyai kekuasaan hidup semesta.
43.“Semesta kenyataan hidup adalah kesibukan berbuat menurut-NYA, begitu dimaksud dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini untuk budaya”. Yaitu yang bernilai tinggi tiada tara, banding yang mereka itu, dengan aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu, menggembar gemborkan tinggi yang demikian agungnya ?!.

____________________________________________
“Foot Note”
34) Hubungkan dengan Surat Nisa’ ayat 2 – 6 dan 30 dan sebagainya
35) Ingat Hadits : “Kullukum ra’in wa kullukum mas-ulun ‘an ra’iyyatihi……” (Setiap kalian dalam hidup ini bagaikan penggembala dan kelak kalian akan diminta tanggung jawabnya perihal yang dia gembalakan itu).
36) Ingat kembali Surat Baqarah ayat 79, 85, 159, 161, 162 dan sebagainya.
37) Hubungkan dengan Surat Syura ayat 13 dan 14 dsb; rangkaikan dengan Surat Baqarah ayat 116; Surat Yunus ayat 68; Surat Kahfi ayat 4; Surat Maryam ayat 89; Surat Humazah.
====================================

44.Seperti halnya semesta yang tujuh pertala dan bumi ini yakni apapun yang di dalamnya, yaitu tidak ada suatu apapun kecuali sibuk berbuat menjadi penyanjung hidup menurut-NYA-38), begitu hendaknya setiap manusia dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini untuk budaya. Tetapi sayang, seperti halnya tidak bisa memahami kesibukan yang demikian, begitu kalian, atas pilihan aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu, tidak akan mau memahami dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini. Sesungguhnya DIA, dengan dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA ini, adalah pembina kehidupan santun lagi pembangun kehidupan maha revolusioner tiada tara.
45.Yaitu dikala kalian, dalam dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini, membacakan al-Qur’an hingga menjadi pandangan hidup menurut Sunnah Rasul ini niscaya KAMI bikin di antara kalian yang NUR menurut Sunnah Rasul dan Dzulumat menurut Sunnah Syaitan Naturalisme Blok Barat dan Syaitan Materialisme Blok Timur menjadi suatu hal aduk-dukan NUR-Dzu-lumat menurut Sunnah Syayatin apapun yang tertutup serapat rapatnya-39).
46.Yakni KAMI bikin atas hati hati yang bertanggapan Dzulumat dan aduk NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu menjadi semacam penyangga untuk mereka (tidak) bisa memahami dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA (Muhammad) juga di dalam telinganya menjadi sebangsa penyumbat.
Sehingga dikala kalian, dalam dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini, menyadarkan isi al-Qur’an menurut Sunnah Rasul pembimbing kalian satu-satunya pemersatu kehidupan niscayalah mereka itu balik belakang bagaikan bermuka dengan pantatnya menjadi masing-masing menurut gerombolannya.
47.KAMI-lah yang meng-ILMU-i menjadi (al-Qur’an menurut Sunnah Rasul) yang mereka itu memengkolkannya, (pada waktu kalian mendakwakan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul) dikala itulah-40) mereka memengkolkan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul kalian menjadi aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu adalah lempar batu sembunyi tangan-41), tiba-tiba yang berlaku Dzulumat menurut Sunnah Syaitan Naturalisme Blok Barat dan Syaitan Materialisme Blok Timur menyatakan : “Tidak adalah laki-laki yang kalian ikuti itu kecuali perusak kehidupan belaka”-42).
48.Lihatlah, betapa mereka mengungkapkan berbagai ungkapan bagi al-Qur’an menurut Sunnah Rasul kalian-43), selanjutnya mereka lakukan aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun, akhirnya mereka itu tidak bisa menemukan sistem hidup sebenarnya.

___________________________________________
“Foot Note”
38)Ingat kembali Surat Fushshilat ayat 9 – 11; Surat Zumar ayat 75; Surat Muluk ayat 2 – 4 dan sebagainya
39)Ingat kembali pihak-pihak (khitab) dalam percakapan ayat ini, hubungkan dengan Surat al Fatihah ayat 7; Surat Baqarah ayat 2 – 5, 6 dan 8 – 15; Surat Yasin ayat 13 – 15 dan sebagainya
40)Ingat “id” (Dharaf Zamanil Madli) ialah bentuk kata yang menunjukkan kepada waktu yang telah lalu yakni “ketika atau dikala itu”, ia mendahului kalimat kata kerja atau kalimat kata benda. Kadang-kadang berarti tiba-tiba atau oleh karena, hubungkan dengan ayat sebelumnya, “idza qara’ta” atau “idza dakkarta……”
41)Hubungkan dengan Surat A’raf ayat 109 – 122 dan 127; Surat Thaha ayat 62 – 69; Surat Syu’ara ayat 18 – 48 dan sebagainya.
=====================================

49.Yaitu mereka (atas pilihan aduk-adukan NUR Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu) menyatakan ejekan : “Apakah, bila kami sudah menjadi bagaikan tulang belulang yang berserakan, benar-benarkah kami menjadi yang dibangkitkan seperti sediakala ?”.
50.Tegaskan : “Silahkan kalian, atas pilihan aduk-adukan NUR-Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu, menjadi hidup badui (jahiliyah)-44), atau NUR menurut Sunnah Rasul ini menjadi bagaikan baja tahan segala !”.
51. “Atau menjadi makhluk menurut (pilihan Dzulumat Naturalisme Syaitan Blok Barat lawan Syaitan Dzulumat Materialisme Blok Timur) yang membikin kalian membusung dada”, seterusnya mereka itu menyatakan ledekannya : “Siapa yang mau mengembalikan kami !?” Tandaskan kepastian al-Qur’an menurut Sunnah menurut Sunnah Rasul ini : “DIA yang, seperti halnya telah menciptakan kalian pada kali pertama-45), begitu dengan pilihan NUR dan Dzulumat al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini untuk budaya kalian”. Akhirnya mereka itu belat-belit kayak kebingungan atau mengejek al-Qur’an menurut Sunnah Rasul kalian seraya berkata : “ Kapan waktunya yang demikian”?! Tandaskan : “Mudah-mudahan DIA, dengan Sami’na satu Persiapan dan pembinaan IMAN, berkenan membikin al-Qur’an menjadi satu perikatan hidup menurut Sunnah Rasul-NYA secepatnya”-46).
52. “Pada giliran sejarah tegaknya al-Qur’an menjadi satu kehidupan menurut Sunnah Rasul ini dimana DIA akan menyeru kalian hingga kalian menerima seruan menjadi penyanjung hidup dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA-47). Dimana kalian itu yakin bahwa tidak adalah kalian itu diam dalam aduk-adukan NUR Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun itu kecuali kaleng rombeng belaka”-48).
53. Dan tegaskan kepada abdi-abdi kehidupan menurut-KU : “ Hendaknya mereka melafadkan al-Qur’an menurut Sunnah RasulKU ini menjadi seihsan ihsannya” . Sebenarnya Syaitan, atas pilihan Dzulumat menurut Sunnahnya, melakukan saling tikam diantara sesamanya (manusia). Sesungguhnya Syaitan, atas pilihan Dzulumat menurut Sunnahnya, bagi hidup manusia, adalah musuh yang demikian nyata.

_______________________________________________
“Foot Note”
42)Hubungkan dengan Surat A’raf ayat 123 – 124; Surat Thaha ayat 71; Surat Syu’ara ayat 49 dan sebagainya
43)Ingat kembali Surat Ali Imran ayat 47; Surat Furqan ayat 33 dan sebagainya.
44)Ingat kembali Surat Kahfi ayat 46 – 97 dan sebagainya. Rangkaikan dengan Surat Baqarah ayat 65; Surat Maidah ayat 59 – 64; Surat A’raf ayat 165 dan sebagainya.
45)Hubungkan dengan Surat Mukminun ayat 12 – 16 dan sebagainya; rangkaikan dengan Surat Anbiya’ ayat 104; Surat Zumar ayat 6 dan sebagainya.
46)Ingat Surat Baqarah ayat 186 dan sebagainya
47)Ingat kembali Garis Iman, Sami’na wa Atha’na, terutama Sami’na satu Persiapan dan Pembinaan IMAN, hubungkan dengan Surat A’raf ayat 187, 189 dan 190; Surat Kahfi ayat 95 – 99; Surat Maryam ayat 21 – 26 dan sebagainya.
48)Hubungkan dengan ayat 85 selanjutnya
================================

54.“Pembimbing kalian, dengan dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul-NYA, adalah yang meng-ILMU-i menjadi hidup kalian. Jikalaulah DIA menginginkan dengan al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini niscaya DIA akan mengurniakan satu kehidupan saling kasih sayang kepada kalian yang mau dengan pilihan NUR menurut Sunnah Rasul-NYA. (Atau) Jika DIA menginginkan dengan sajian niscaya DIA akan memberikan satu siksaan kepada kalian yang doyan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin apapun”, (tegas Allah kepada segenap manusia atas alternatif NUR dan Dzulumat al-Qur’an menurut Sunnah Rasul Muhammad), “Dan KAMI utus anda (Muhammad), dengan dakwah al-Qur’an menurut Sunnah Rasul ini, bukanlah menjadi pemegang kendali atas yang aduk-adukan NUR-Dzalumat menurut Sunnah Syayatin apa saja”.

NB:
Harap diperhatikan pula Foot-Notenya, bagaimana Allah menterjemahkan Ayat-NYA secara Objektip ILMI-ah (Ayaatun bayyinaatun) sehingga tugas utk menyesuaikan/menterjemahkan kedalam berbagai bahasa dibutuhkan kewaspadaan & ketelitian yg sangat tinggi(kejujuran ILMI-ah) karna secara Prinsipil & demi Objktivnya terjemahan Quran tidak boleh ada sedikitpun campur-tangan manusia (sebagaimana terjemahan2 yang berlaku diseluruh dunia /Arabisme-Yahudisme :Al-Munjid karya :Louis Ma’luf Sarjana Quran berbangsa Yahudi Libanon)shgg sedikit saja ada kesengajaan membuat kesalahan maka sangat berakibat fatal. Bahasa Quran adalah: bahasa Rasul2, bahasa NUR, Bahasa Jannah/mukmin yang hanya serumpun degan bahasa Arab (Alquranan Arabiyyan) bukan Alquranan-Arabbun (bahasa-arab). Memang mengagetkan bagi yg baru mendengarkan. Semestinya para ahli tata-bahasa memahinya, tapi..?

Sekian dulu, Ayat 55 s/d 111 menyusul. Salam wr wb.

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Tulisan ini dipublikasikan di 1, budaya, curcol, gaya hidup, kesehatan, motivasi, parenting, politik, religi dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s