Latar Belakang Keterpurukan Bangsa Indonesia Bagian Ke 2

Kapitalisme

Merupakan akibat kelanjutan dari teori Liberalisme, yaitu paham dan sebutan untuk orang-orang sukses dalam menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya dengan cara mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kalah atau lemah untuk kepentingan pribadi, keluarga dan atau kelompoknya saja (kelompok inilah yang kelak menjadi lawan dari orang-orang yang yang berpaham komunisme).
Lanjutan dari teori hidup Individualis yang berkembang menjadi monster Kapitalis yang mengerikan bagi manusia yang lain ini, kemudian berkoalisi menjadi kumpulan manusia monster dan kemudian mengangkat satu di antara mereka yang paling kuat dan kaya menjadi raja monster yang paling ditakuti manusia lainnya. Seorang Raja Diraja inilah yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas di dalam negeri itu disebut The King dan wajib diataati sebagaimana taat kepada Tuhan, karena The King adalah penjelmaan Tuhan, karenanya The King disebut juga disebut “The Lord” atau Tuhan (lihat Raja Fir’aun).

Feodalisme

Adalah akibat lanjutan dari teori Kapitalisme, yaitu paham yang menganggap kekuasaan absolut beada di tangan Raja Diraja yang berkoalisi dengan kroni-kroni Kapitalisnya dan yang menjadi pejabat dan punggawanya tersebut berkembang dan berlaku sampai abad XVI masehi di Eropa termasuk Belanda dan masih tersisa sampai hari ini di beberapa negara lainnya.Kekuasaan absolut terhadap seluruh isi negara yang meliputi seluruh isi negara yang meliputi seluruh kekayaan alamnya, bumi dengan segala kandungannya, maupun segala yang bergerak di atasnya adalh milik raja. Dengan demikian, harta milik rakyat pun jika diinginkan oleh sang raja, tak dapat seorang pun menolaknya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di 1 | Meninggalkan komentar

Latar Belakang Keterpurukan Bangsa Indonesia Bagian Ke 1

Jika saja kita tidak lupa rumus aksioma bahwa “Input akan menentukan output” atau niat akan menentukan perbuatan, atau sama dengan ilmu yang telah menjadi pola pikir akan menentukan pandangan dan sikap hidup seseorang, atau di dalam Al Kitaab disebut “al ‘ilmu imaamul ‘amal” yang artinya ilmu atau isi hati dan isi hati kepala seseorang akan menentukan tingkah laku seseorang, maka kita tidak akan pernah kesulitan untuk menentukan apa penyebab dari perilaku baik maupun buruk seseorang. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di 1 | Meninggalkan komentar

Revolusi Neraka ( NAR ) Menjadi Sorga ( JANNAH ) Sesuai AL-QURAN

Islam yang sangat ‘hidup’, yang tercermin melalui kemudahannya menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan di se-gala tempat pada segala zaman, serta kenyataan bahwa ia terus menyebar ke seluruh penjuru dunia, hanya dapat dipahami melalui ajarannya yang mendunia (universal) dan membawa perubahan mendasar (revolusioner). Ajaran dasarnya tentang kesatuan umat manusia, yang bersumber dari keesaan Allah, tak pernah berhenti mengilhami para reformer pejuang revolusi sejati dengan gagasan-gagasan dan kon-sep-konsep yang murni serta bermutu tinggi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di 1 | Meninggalkan komentar

Kiamat Siapa Takut

Apa pun namanya, bila bicara tentang qiyãmah atau qiyãmatun, yang kita ucap dan tulis menjadi kiamat itu, bicarakan lah yang sifatnya produktif.
Dalam arti setidaknya, agar soal kiamat itu bisa melahirkan pemahaman yang lebih baik, lebih luas, lebih mengilhami… Atau bisa membebaskan kita dari segala bentuk pemikiran berbau mitos alias dongeng! Baca lebih lanjut

Dipublikasi di 1 | 1 Komentar

Doa Sebagai Kekuatan Hidup

Bila para hambaku bertanya tentang Aku (Allah), maka (jawablah Muhammad) bahwa sesungguhnya Aku sangat dekat. Akan Kujawab (kabulkan) doa orang yang berdoa, bila ia memang berdoa kepadaKu. Maka sebaliknya, mereka juga hendaknya menjawab (mengabulkan) doaKu (=harapanKu), yakni agar mereka beriman kepadaKu. Mudah-mudahan mereka mampu bersikap lurus (seperti yang Kuharapkan). [Surat Al-Baqarah: 186]. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di 1 | Meninggalkan komentar

MASA DEPAN ISLAM DI PENGHUJUNG SEJARAH

Sekilas tentang Teori Siklus Sejarah

Adalah suatu sunatullah bahwa kehidupan manusia di dunia senantiasa mengalami perubahan. Dalam kehidupan umat manusia di muka Bumi sejak manusia pertama hingga terakhir, terjadi siklus kejayaan dan kehancuran dari berbagai peradaban. Allah SWT berfirman:
وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ
Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia;….. (QS.3:140).[1]
Ayat tersebut mengindikasikan terjadinya siklus jatuh-bangun, kalah-menang, maju-mundurnya suatu peradaban. Sebab, setiap umat memiliki ajal (QS. 3:74), yang kemudian digantikan oleh kaum yang lain (QS. 21:11). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di 1 | Meninggalkan komentar

HADIS JIBRIL, KONSEP DASAR DINUL-ISLAM (3)

As-sâ’ah
As-sâ’ah diajukan Jibril sebagai pertanyaan terakhir. Kalimat pertanyaannya menurut versi Umar adalah: Akhbirni ‘anis-sâ’ah (terangkan padaku tentang as-sâ’ah). Sementara dalam versi Abu Hurairah pertanyaan itu berbunyi: Mattas-sâ’ah (kapankah – tibanya – as-sâ’ah). Dengan kata lain, konotasi kalimat versi Umar adalah mempertanyakan definisi (apa itu as-sâ’ah); sedangkan versi Abu Hurairah mempertanyakan momentum (kapan munculnya as-sâ’ah).
Dalam berbagai kesempatan, ketika membahas atau menyinggung tentang as-sâ’ah, Isa Bugis cenderung mengutip kalimat versi Abu Hurairah itu (mattas-sâ’ah). Tapi, uraian yang dikemukakan ternyata berupa definisi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di 1 | Meninggalkan komentar