Detradisionalisasi Imlek

Imlek atau tahun baru Cina sudah di depan mata. Bagi orang orang di seluruh dunia dan yang masih berbudaya kalender bulan hanya untuk Imlek saja mereka berlibur dan menutup tempat usaha. Mereka berdiam di rumah,tidak ke
mana mana.

Konsep santai,istirahat atau libur dalam kebudayaan Asia Timur tidak ada dan tidak dikenal. Hanya Imlek lah mereka berlibur.

Imlek sekarang sifat perayaannya sudah berubah. Imlek kini hanya berarti berkumpul nya keluarga dan teman teman dekat,atau malah teman dekat yang lebih penting. Mereka berkumpul untuk bersantai. Makan minum enak dan bermain kartu antar keluarga dan teman. Berjudi bukanlah suatu dosa,sebab dalam peradaban Asia Timur judi hanyalah semacam arisan saja.

Belum lagi hotel dan restoran yang menawarkan paket dan menu Imlek yang justru mengungkapkan berubah nya makna Imlek tersebut. Bagi sebagian orang hotel dan restoran hanya semacam revival tradisi Imlek.

Imlek yang benar seharusnya dirayakan di rumah,keluarga sebagai fokus menurut hirarki usia. Imlek adalah perayaan untuk keluarga besar termasuk nenek moyang yang sudah meninggal,inilah yang terpenting.

Tidak ada keharusan pergi ke tempat ibadah,karena semua berkonsep pada konfusianisme yang mengatur pada hubungan antar warga yang berstruktur pada hirarki salah satu aspek nya adalah penghormatan. Konfusian bukan agama. Konfusian adalah ideologi sama seperti Pancasila buatan manusia. Konfusian dulu hanya dimiliki elit penguasa kekaisaran Cina tradisional,sedangkan rakyat biasa tidak mengenalnya. Sedangkan imigran Cina berasal dari rakyat biasa. Sampai akhir abad 19 menurut Dinasti Quing,mengatakan bahwa imigran Cina telah menghianati konfusian karena mereka telah meninggalkan makam leluhur.

Di Indonesia..pemerintah pada masa Orba melakukan identifikasi agama bagi masyarakat Cina-Indonesia. Kebanyakan beragama Nasrani,Islam dan Budha. Tapi untuk mereka yang tidak beragama pun kultus leluhur dan nenek moyang sudah pudar,sebagai bukti semakin jarang kuburan keluarga dan meja sembahyang untuk leluhur dan nenek moyang. Jika mereka meninggal, lebih banyak yang dikremasi.

Suatu proses detradisionalisasi yang cepat dari sebuah etnis. Lagi lagi… Detradisionalisasi yang bermodel pada masyarakat barat. Selamat Imlek koh.. Selamat Imlek ci… Thx Mr Ong Hok Ham

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Pos ini dipublikasikan di budaya dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s