Kecantikan Belum Selesai

Cantik itu perempuan,suatu hasil dari representasi atas nilai-nilai perilaku.
Cantik itu membawa sejarah dari mitologi hingga mengalami suatu “derivasi” melalui pemahaman etik dan etika.

Kerangka cantik mendapatkan suatu legitimasi dalam takaran subjektivitas dan objektivitas. Pengakuan menjadi orientasi bagi perempuan dalam mencari dan menemukan identitas, harga diri dan eksistensi.

Cantik dalam budaya relativisme mengacu pada mitos yang mengalami revolusi pada abad 20 melalui penjajahan kecantikan. Revolusi kecantikan itu sendiri berbaur di dalam dunia kapitalis. Lalu ” cantik itu relativ ” terkacaukan oleh pemusatan simbol-imaji dan realitas melalui perombakan struktur asal-muasal cantik itu sendiri serta kontrol dari si pemuja kecantikan ( konsumen ; anda-perempuan )

Resiko dari revolusi cantik adalah semakin raksasanya industri dalam bidang ini. Mulai dari industri sampo sampai industri aksesori. Suatu daftar yang panjang dari yang utama hingga tersier.
Resiko ini tidak boleh tidak! Ditambah dengan mitos kecantikan dalam kaca mata sakralitas-modernitas yang bermuara pada praktek hidup untuk mengantarkan kaum perempuan kepada utopia modernitas.

Awalnya mitos kecantikan memberikan janji kepada perempuan untuk merealisasikan pamrih nya dalam mendapatkan nilai dalam dunia publik.
Cantik jadi modal strategis untuk mendapatkan klaim ; identitas, harga diri, eksistensi dan karier.
Mitos kecantikan bagi perempuan menjadi suatu kesadaran bahwa, “tubuh” adalah parameter sentral.

Ada sisi baik dan buruk dari mitos kecantikan

Sisi baiknya adalah
Lahirnya optimisme dalam pemaknaan cantik pada dunia perempuan sebagai pencerahan modernitas.

Sisi buruknya adalah
Kecantikan hanya dalam bentuk pemerkosaan nilai karena ada manipulasi tanpa ada pintu keluar.

Kaum perempuan lah yang mengalami represi karena “tidak boleh tidak” ( imperatif ) cantik dengan label konsumtif-kapitalistik tadi.
Bahkan di barat kecantikan adalah agama terakhir dan terbaik.
Kerangka cantik akan menjadi dilema ketika ia hadir dalam tatapan lelaki sang pemberi vonis dan nilai. Ah. . Perempuan! Lagi-lagi engkau terabaikan dalam pertarungan kuasa dalam gender.

Cantik ada karena pengesahan eksistensial dari dunia lelaki.
Mitos kecantikan itu sendiri bersetubuh dengan penerima dan penikmat kecantikan.
Cantik pun tunduk pada institusi lelaki.
Lelaki sebagai referensi dan orientasi yang sah.
Mitos cantik jadi represi karena ada muatan nilai dari lelaki.
Kuasa lelaki satu-satunya legitimasi-ideologis untuk kehadiran sang cantik sebagai perilaku. Legitimasi ini mengantarkan perempuan pada pamrih untuk cantik dan mencari pengakuan-pengesahan dari kuasa lelaki. Keadaan ini membuat perempuan kehilangan otoritasnya dalam membangun feminiti.

Cantik jadi ribet karena acuan normatif. Cantik hadir dalam pengesahan lelaki. Cantik mengusung kompleksitas aturan dalam sex, rumah tangga dll. Cantik adalah modal konpensasi kepanikan. Ekstase menggandeng perempuan dalam kemapanan temporal. Cantik sebagai panik atas kodrat tubuh dan fakta usia.

Mitos kecantikan dan konstruksi patriarki berbanding terbalik. Cantik itu sah karena ada afirmasi perempuan terhadap sistem dan konpensasi.
“sistem” menjelma dalam industri untuk menjajah tubuh dengan pamrih..cantik!!
“konpensasi” sangat terasa dalam konsumsi dan konklusi kecantikan.

Perempuan selalu mendapat godaan-masiv untuk belanja yang namanya cantik.
Perempuan terprovokasi sugestif fiksi ; iklan, film, musik bahkan infotainment. Iklan adalah juru bicara handal dalam menyebarkan selebaran mitos kecantikan. Iklan adalah provokator dalam konsep cantik!!

Cantik itu membebaskan dan menindas.
Membebaskan karena perempuan mendapatkan ruang ekspresif dalam menghadirkan diri demi identitas, harga diri dan eksistensi.
Menindas karena dominasi dan kuasa patriarki dalam legitimasi kecantikan. Penindasan semakin intens karena ekspans industri kecantikan yang menjadi pusat parameter cantik.

Mitos cantik cenderung melahirkan kepanikan karena pamrih untuk menjadi cantik atau reduksi cantik karena tubuh dan usia.

Saya tidak ingin ada satire “cantik-panik”.
Perempuan-perempuanku cantik lah sesuai kodrat.

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Pos ini dipublikasikan di gaya hidup dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kecantikan Belum Selesai

  1. regina ajeng berkata:

    ssiiiippp ommm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s