Korps Pegawai Negeri dalam Sejarah

Jaman hindia Belanda ada dua korps pegawai negeri.Pertama Beesturs Beemten atau pegawai pemerintahan dalam negeri atau koloni.
Kedua adalah korps pegawai pangreh praja atau penguasa kerajaan ( rules of the realm )

Golongan pertama adalah korps pegawai kolonial dari birokrasi negara modern. Dari korps ini lah korps pegawai negeri Indonesia berasal,meskipun secara sosial pegawai RI mungkin berasal dari pangreh praja atau kalangan sosial yang tidak jauh darinya.
Pejabat BB berasal dari VOC ( kompeni kita menyebutnya ) yang mendirikan dasar-dasar Hindia-Belanda.
Korps ini terkenal relatif bersih tidak korup beda dengan VOC yang bangkrut dan gagal sebagai lembaga keuangan dan usaha. Karena VOC dan Hindia-Belanda adalah orang Belanda maka konklusinya adalah ” kebudayaan dan ras tidak berperan dalam kebersihan suatu aparat ”
Kita telusuri proses mulai dari aparat yang korup menjadi relatif bersih serta pengaruhnya terhadap pangreh praja.

VOC
Para pejabat VOC pergi ke Asia,seperti pejabat company ( Inggris dan lainnya ) dengan motivasi petualangan dan mencari uang. Kebanyakan pejabat VOC berasal dari bangsawan kemudian jatuh “miskin” karena tidak berhak atas warisan ayah. UU kebangsawanan Eropa menyatakan hanya putra tertua lah yang sah dan berhak atas semua warisan artinya banyak pejabat VOC yang biasa hidup mewah,namun mereka tidak memiliki sumber kekayaan untuk mendukung gaya hidup mereka.
Jabatan di VOC harus membuat mereka kaya sedangkan gaji pegawai VOC sangat rendah,sehingga korupsi menjadi kebiasaan di lingkungan VOC. Beberapa bentuk korupsi pejabat VOC adalah lebih memperhatikan perdagangan pribadi dan menerima suap dari pejabat VOC rendahan,pejabat Indonesia dan orang Cina yang memegang hak penjualan barang barang VOC. Jual beli jabatan pun sangat lazim pada waktu itu. Dalam keadaan seperti ini sentralisasi kekuasaan birokrasi dan politis tidaklah mungkin sebab tiap jabatan adalah penguasa yang berdikari dalam keuangan dan kekuasaan. Korupsi lah yang membuat VOC bangkrut. Akhir abad 18 VOC di bubarkan dan di ambil alih oleh Pemerintahan Belanda.

Hindia-Belanda
VOC adalah badan perdagangan sedangkan Hindia-Belanda adalah suatu negara. Konseptornya Herman Willem Daendels,pengagum Napoleon. Negeri kolonial Hindia-Belanda menganut model Napoleon. Kontrol terhadap bawahan sangat ketat dan sikap terhadap penyelewengan tegas dan radikal.
Jabatan disusun dalam hirarki dengan wilayah sendiri. Pangreh praja,bupati dll dinyatakan sebagai “pegawai Hindia-Belanda” dengan tambahan fungsi sebagai pemimpin rakyat artinya pemimpin adat,agama dan menyelesaikan intern masyarakat. Fungsi ini menyebabkan Belanda harus mempertahankan kedudukan feodal bupati atau lebih.
Terjadi perubahan pada pejabat kolonial Belanda yang tadinya bergaya aristrokrasi ke gaya borjuis dengan tekanan pada penghematan. Nanun tanpa perubahan ini proses pembersihan pejabat mungkin tidak dapat tercapai betapa pun ketatnya pengawasan dari atas.
Ketika tanam paksa pejabat BB dan pangreh praja mendapatkan bonus dari hasil produksi untuk memotivasi kegiatan mereka. Bonus untuk BB dihapus karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip birokrasi,tetapi untuk pangreh praja dipertahankan karena mereka dianggap belum cukup terdidik dalam prinsip birokrasi modern.
Sebenarnya ada juga korupsi awal abad 20 yang dilakukan BB dengan kedok lelangan barang pribadi pejabat. Dari lelangan ini menghasilkan banyak uang. Para pengusaha Arab,Cina,Belanda,Inggris bahkan pejabat pangreh praja membeli dengan harga tinggi. Lewat kegiatan ini sang pejabat Belanda mencatat siapa yang membeli dengan harga tinggi akan dilindungi oleh pejabat baru selain itu mantan pejabat akan diberi jabatan dalam perusahaan swasta besar. Selain pandai dan cakap mereka juga berguna bagi perusahaan swasta untuk lobi lobi dengan pemerintah. Lambat laun ada semacam proses integrasi antara usaha swasta dan pemerintahan kolonial. Mungkin sekali kalau pembangunan atau urusan ekonomi diatur dan ditangani secara baik oleh negara maupun swasta maka “korupsi liar” dalam arti upeti yang dilakukan oleh pejabat tinggi dan rendah dapat dihentikan. Tapi kenyataannya sekarang semuanya korup!

Iklan

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Pos ini dipublikasikan di budaya dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s