LENSA EMOSI ANAK

Orang muda yang tidak pernah menangis adalah seseorang yang kejam,dan orang tua yang tidak pernah tertawa adalah seseorang yang bodoh. George Santayana

Ketika semua pikiran,harapan dan aturan dilebur melalui pengalaman hidup dan interaksi,maka yang akan tertinggal adalah kesadaran akan beberapa hal: saat ini,inti masalah,konteks situasi dan apa yang sebaiknya dilakukan. Sekarang mari kita bahas mengenai emosi.

KECERDASAN EMOSI

Kita orang tua selalu menginginkan anak kita selalu mengembangkan ekspresi emosi yang positif di dunia ini dan bias mengelola kesulitan emosi yang akan menantang mereka,karena mata rantai antara jiwa dan raga adalah emosi.
Emosi memiliki dampak yang sangat besar terhadap tindakan dan pikiran. 80% keberhasilan di dunia ini di tentukan oleh kecakapan emosi bukan oleh tingkat kecerdasan kita. Kecerdasan emosional adalah suatu istilah yang menjelaskan antara hubungan emosi dengan susunan kimia otak,kebahagiaan,kesehatan dan keberhasilan secara umum. Kecerdasan ini mencakup beberapa hal ;

1. Mengetahui apa yang di rasakan
2. Memahami apa yang orang lain rasakan
3. Memiliki kemampuan untuk mengubah emosi negative dan spontan
4. Paham dan bertindak atas dasar motivasi sendiri
5. Mengembangkan kemampuan antar pribadi

Pola kecerdasan emosional terbentuk pada usia dini ketika si anak bercermin pada orang-orang di sekitarnya dalam mengekspresikan perasaan dan menyelesaikan konflik.
Kecerdasan emosional anak belum mendapatkan pola yang tetap sampai dia berusia 15 tahun. Masa anak-anak adalah masa yang penting bagi ketajaman emosional. Dalam masa ini akan berpengaruh pada kemampuan belajar yang berdampak pada kebahagiaan mereka kelak.
Pada usia balita pengaruh lingkungan sekitar akan sangat dominan dalam pengelolaan emosi mereka karena si anak akan menyerap emosi seperti mereka menyerap informasi dari lingkungan sekitar.

PENGARUH EMOSI

Sebagai contoh bagian penting dalam otak yang berfungsi untuk belajar,menyimpan dan bertindak atas dasar respon rasa takut adalah jalur antara thalamus,angdala dan lobus prefrontal ( Goleman, Emmotional Intelligence h.207 )
Kita mampu merasakan dan menyimpan emosi positif dalam tubuh. Seperti sering tersenyum,bernafas dalam-dalam,relaks dan berimajinasi.

DAYA TERIMA DAN RELAKSASI

Emosi positif yang kuat akan sangat berpengaruh pada kesehatan sedangkan emosi negative yang tidak pernah terungkap akan berpengaruh buruk pada kesehatan,mental dan fisik.
Keberhasilan seorang anak di sekolah tidak di tentukan oleh seberapa banyak si anak menyimpan informasi atau kemampuan si anak terhadap baca tulis sejak dini.
Keberhasilan anak lebih di tentukan oleh ukuran-ukuran emosional dan sosial,keyakinan pada diri dan minat si anak. ( T.Berry Brazelton,Heart Start The Emotional Foundation of School Readiness )
Emosi sering jadi factor bagi tingkah laku kita di bandingkan proses logis atau rasional. Riset dalam periklanan pun memberikan fakta bahwa kebiasaan membeli seseorang di tentukan oleh emosi,bukan oleh logika kebutuhan.
Emosi dapat di pelajari. Kita dapat memilih untuk merespon dengan cara baru,mengakhiri kebiasaan lama untuk bereaksi,menata kembali pola emosi yang menghalangi kebahagiaan,aliran dan ekspresi kreatif kita.

PENCAPAIAN KONDISI EMOSIONAL

Keadaan kondisi emosional yang positif mendukung sikap hidup yang rileks dan terbuka. Kondisi emosional yang lapang akan menumbuhkan harga diri dan pemberdayaan. Kita tahu bahwa kita tidak selamanya dapat bersikap optimis.tetapi kita dapat mengembangkan sesuatu sikap yang positif. Ada korelasi antara sikap positif dan kesehatan yang baik,studi dari Institute of Healtmate di Boulder Creek California menunjukan bahwa amarah selama 5 menit akan tetap tinggal dalam otot dan organ tubuh selama 6 jam,begitu pula sebaliknya.
Pertanyaannya,Seberapa terbuka kah anak-anak kita secara emosional pada saat mereka akan berangkat ke sekolah? Apakah mereka berinvestasi secara emosional untuk kebahagiaannya kelak?
Sikap terbuka,menerima,humor dan bergembira adalah sesuatu hal yang ingin orang tua dapatkan. Harapan juga merupakan sesuatui yang pragmatis yang berorientasi pada tujuan dalam menghadapi kesulitan (Rick Snyder,”where the hope,there’s life” Berkeley Wellness Letters. March 1992 )
Harapan adalah emosi aktif yang dapat menolong dan memberdayakan impian anak.

BIOKIMIA EMOSI

Biokimia emosi adalah sesuatu perasaan murni tanpa penilaian atau label emosional. Perasaan ini bergerak melalui system saraf dan berkomunikasi dengan organ tubuh.
Jika kita menangis,kita hanya mengetahui,”saya sedang menangis” tanpa ada sebutan tertentu apakah arti menangis tersebut. Seorang bayi pun sama,dia tidak memiliki istilah apapun bagi sensasi,semua pengalamannya adalah murni. Semua perasaannya bergerak melalui system saraf yang di komunikasikan kepada organ tubuh si bayi.

Perasaan memerlukan jalan di dalam tubuh agar bisa di ekspresikan semakin terekspresikannya perasaan si anak maka akan semakin kuat perasaan itu di dalam jiwa raganya. Lalu perasaan itu berubah menjadi emosi karena “perasaan adalah kondisi sensasi yang terprogram” ( S. Keleman,Emotional Anatomy,Berkeley h,90 )

Emosi adalah respon yang di pelajari. Intinya jika kita tidak menyukai respon terhadap kehidupan,maka kita dapat merubahnya dan gunakan lah emosi positif

Ada 4 sifat dasar perasaan atau watak dasar yang dapat kita perhatikan dan kita amati sejak si bayi lahir dan itu penentu suasana hati yang mendasar yang memberi warna wastak yang muncul pada diri si anak. Takut,berani,ceria atau malah melankolis. Apapun warna watak yang muncul semua tergantung kepada bentukan sosial budaya dan respons yang di pelajari dalam situasi tertentu.
Watak bukan lah nasib,tetapi dasar dari pola emosional kita. Jadi jelas lah bahwa pikiran,emosi dan kegiatan fisik saling bertautan satu dengan yang lainnya. Penuhilah keunikan anak-anak kita dengan mengelola emosi yang baik.

Iklan

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Pos ini dipublikasikan di parenting dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s