Tubuhmu adalah Keramaian Pasar

Lagi-lagi perempuan menjadi perbincangan,mulai dari horizon pikiran lelaki sampai pemerkosaan eksistensial. Di telusuri sampai ke mana pun perempuan adalah objek!!

Pemahaman tentang tubuh dan penampilan ekspresif seorang perempuan merupakan suatu pertimbangan atas kehadirannya.
Perkara tubuh dan semua yang menempel di konstruksi sebagairepresentasi dan realisasi identitas

Dengan konstruksi tertentu tubuh hadir menjadi referensi pengenalan identitas,melulu urusannya selalu dengan pencitraan,harga diri dan gaya hidup. Secara implisit dan eksplisit tentunya.
Identitas ini sangat rentan dengan distorsi dan manipulasi atas pemaknaan hidup melalui eksplisitas tubuh.

Perempuan dan tubuh serta semua yang melekat adalah pengesahan konstruksi identitas. Secara visual terbaca melalui tatapan mata. Ingat!! Identitas manusia adalah produk dari tatapan mata.

Tubuh perempuan selalu berhubungan intim dengan pasar. Konstruksinya dengan semua yang melekat mulai dari aksesori sampai kosmetika.
Ada kalimat metafor-representatif atas kecenderungan perempuan pada posisi ini ( modernitas dan pasar )
” tubuhmu adalah keramaian pasar,wahai perempuan… ”

Dalam proses modernitas tubuh adalah fokus. Masyarakat modern menilai pencitraan terhadap tubuh menjadi sesuatu yang sakral dalam mendefinisikan identitas.
Dari semua perkara eksplisitnya adalah konsumsi yang mengandung utopia.

Konsumsi untuk tubuh perempuan mulai terpahami karena identitas.
Sentral yang paling dominan di tentukan dari luar (tatapan mata).
Munculah eksploitasi dalam konteks ideologi pasar. Tubuh perempuan adalah potensi ekonomi. Manifestasinya? Kecantikan dan sensualitas.

Bagaimana pemaknaan hidup dan identitas terperkosa oleh kuasa pasar?di sisi lain perempuan selalu berhubungan dengan si juru bicara primer…konsumsi? Di sini akan ada suatu resiko yang distortif dan manipulatif dong.

“mencari identitas dalam konsumsi”
Sebuah kredo ampuh yang selalu di realisasikan oleh perempuan. Kredo ini mengacu pada ideologi konsumtifisme. bahwa makna kehidupan harus di temukan dalam konsumsi ketimbang apa yang di hasilkan (produksi)

Susah hilang lho!! hantu ideologi konsumtifisme ini apalagi modernitas semakin menemuka legitimasinya.
Yang lebih parah tik ada kritikan,padahal ideologi ini hanya mendorong pada kebutuhan palsu.
Tubuh perempuan sebagai keramaian pasar dalam praktek belanja hanya memposisikan tubuh sebagai projek obsesionis-destruktif belaka.

Konsumsi identitas hanya akan menjerumuskan perempuan pada ilusi modernitas dan kubangan kegelisahan.
Identitas perempuan harus di konstruksi dengan perilaku produktif untuk pencapaian arti diri yang sesungguhnya.
Menolak atau sepakat bu…..?

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Pos ini dipublikasikan di gaya hidup dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s