Ku Sembunyikan Kau di Sini

Banyak sekali cara mu sehingga aku kedanan. Mungkin juga aku kedanan,barang sekejap aku tak pernah bisa melupakanmu. Selalu ada waktu lain yang menjerat tak henti mengepungku.

Mengapa aku tak bisa melupakanmu? padahal kau telah ku sembunyikan di hatiku yang paling dalam. Aku selalu tergoda untuk meneleponmu,membuncah keinginan ku untuk menemui engkau.

“hai..”
“tumben…ada angin apa nih?”
“mmm…aku ada di sekitar tempat kerjamu,kebetulan lewat sih..dan kamu punya dua menit untuk memutuskan aku boleh mampir atau kau menolak karena sesuatu hal.”
“simpan dua menitmu..kau boleh mampir kok..”

lho…aku termangu di dalam kabin setelah ku parkir di tempat kerjamu. Ada yang ganjil padahal aku telah berusaha untuk melupakanmu tetapi banyak sekali caramu untuk membuatku kedanan. Barang sekejap aku tak pernah bisa melupakanmu. Ada waktu lain yang menjerat tak henti mengepungku.

“kita ke kafe depan yuk..”
“Pekerjaanmu bagaimana?” pertanyaan yang sama seperti yang akan ku
utarakan kepada mu.
“keluarga ?”
“sehat…anak-anak sudah semakin cerewet,mereka sudah besar-besar”
“oooo….” kau tersenyum…samar…
“kau sendiri?” tanyaku
Beberepa hari ini aku jatuh sakit..mungkin kecapean saja”
“orang tua ?” tanyaku…
“sehat,mesra tapi kesepian…maklum lah mbak wid sekarang kerja di luar kota,sedangkan aku sendiri kadang baru pulang pukul 19.30”
“pekerjaanmu?”
“aku kerasan,ini yang aku impikan…jangan lupa ini berkat jasamu juga…”
“aku tidak merasa memberikan jasa apa-apa…kamu sendiri yang sudah pintar dan cerdas semenjak aku belum pernah ketemu kamu.”
“jangan gitu….sekian tahun aku bersamamu,membuatku semakin tahu ”

Ah pujian itu,atau perasaan sesaat saja?
Pertemuan itu yang selalu mengerat hati.
Meremaja hatiku saat kelopaknya kau serbuki seperti Robert Redford yang jatuh cinta pada Julia Robert dalam Up Closed and Personal.
Selalu masa-masa indah itu menari di kepala ku. Dalam kabin kita pulang bersama di pusari oleh derai tawa yang membuncah ruah.
Mengantarmu…menjemputmu…Kita menonton film bersama ….mmm o ya kita nonton Autumn In New York,Just Married,Beauty Life…kadang kita suka nonton konser jazz,dan masih banyak kegilaan lainnya.

Kau sulit di tebak. Inilah caramu membuat aku kedanan….

“tak boleh ada yang mati di dirimu” kau menatapku tajam…
“itulah mengapa aku di sini”
“kamu ke sini cuma mampir kan?”

Sesak dadaku seperti membentur lorong gelap.
“aku rindu padamu” ucapku…
“ssttt……jangan kau pupuk rindumu,kecuali aku tak punya pilihan lain…kita telah sepakat,meski kesepakatan itu bisa kita anulir….kau telah ku simpan di dalam relung hatiku yang paling dalam…”

dalam keheningan itu ….aku di kagetkan oleh suara telepon masuk…
“haaloooo…..ayahhhh!!!” suara anak kecil yang memberikan tanda bahwa aku harus segera pulang.
“haaaiii haaniiii…..!! jadi dong….ya habis ini ayah pulang…mandi dulu lalu kita makan malam bersama di tempat favorit kita…oke?”

hhhh…..aku pamit pergi…dengan menyembunyikan kau di sini…di relung hatiku yang paling dalam….

Iklan

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Pos ini dipublikasikan di curcol dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s