Pangreh Praja Dalam Pertumbuhan NKRI

Asal Muasal Pangreh Praja

Pangreh Praja Atau Priyayi sebenarnya adalah suatu Ruling Class atau kasta penguasa yang akarnya jauh lebih tua dari jaman kolonialisme.

Priyayi adalah penguasa setempat. Penghubung antara Raja pusat dan rakyat di daerah. Tugas seorang Priyayi adalah pengumpul upeti,mengorganisir kerja bakti dan memobilisasi perang dll.

Ketika rakyat hanya menghasilkan produksi yang sangat sedikit atau dalam batas-batas tertentu,di sinilah ketegangan antara Raja Pusat dan Priyayi selalu terjadi. Semakin banyak upeti yang di ambil pusat maka semakin kecil lah pendapatan Priyayi.

Lalu Rakyat???

Kehadiran Belanda

Kehadiran Belanda sangat di manfaatkan oleh Priyayi dalam memperkuat kedudukannya dalam menghadapi Raja Pusat.
Hasilnya …Belanda sukses memisahkan daerah dari pusat (dalam hal ini Mataram) lalu Jawa Barat,pesisir utara lalu pada tahun 1830 seluruh Jawa memisahkan diri dari kedudukan Raja Pusat.
Sebagai KONKLUSI “Belanda berkembang di Indonesia (Pulau Jawa) bukan melalui peperangan melainkan melalui berbagai persetujuan” jadi “Kolonialisme Belanda adalah hasil dari persetujuan dengan bangsa Indonesia sendiri”

Pangreh Praja di Abad 20

Di awal abad ini PP sudah menjadi pegawai negeri biasa karena PP sudah tidak di perlukan lagi sehingga perlu adanya reposisi

Pangreh Praja Dalam Pergerakan Nasional

Sasaran dalam pergerakan nasional adalah Belanda seharusnya pegerakan nasional harus di tujukan kepada Pangreh Praja. Yang mempunyai kedudukan dalam system pemerintahan kolonial.
Dalam konteks ini ada tokoh-tokoh PP yang memainkan dua kartu. Mereka dengan sangat hati-hati dalam memainkan kartu . Satu untuk kaum nasionalis sedangkan kartu yang lain di mainkan untuk mempertahankan kedudukannya dalam pemerintahan kolonial seperti Soetarjo Kartohadikoesoemo yang mengajulkan petisi “volksraad” tentang usulan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1936
Permainan politik mereka bukan hanya oportunistik belaka tetapi naluri ruling class mereka yang secara instingtif mencium jika ada pergarakan kekuasaan secara teratur dari Belanda ke Indonesia maka seluruh kedudukan akan di serahkan kepada PP bukan kepada kaum nasionalis.
Yang secara pendidikan dan pengalaman mereka lebih di percaya Belanda.

Nasionalisme Pangreh Praja

Nasionalisme PP hanya tumbuh di kalangan bawah atau di bawah bupati. Apapun penyebabnya yang terpenting adalah memihak revolusi dan berintegrasi dengan RI.
Yang sampai pada akhirnya kemerdekaan Indonesia terwujud bisa di katakana bahwa
“Kemerdekaan Indonesia adalah mewarisi suatu Negara beserta aparatusnya,bukan
dengan melalui mendirikan Negara baru dari bawah atau dari unsur-unsur revolusioner”

Jadi PP dalam kemerdekaan Indonesia suatu unsur penting dalam Negara baru,selain berpendidikan modern ala barat mereka mempunyai pengalaman dalam mengelola pemerintahan,sayangnya para politisi Indonesia berada di luar kolonialisme atau beroposisi

Sekarang warisan kolonial tidak bisa di abaikan begitu saja,sangat mungkin tradisi yang berlangsung sekarang adalah dari jaman PP dalam bayangan kolonialisme.

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Pos ini dipublikasikan di politik dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s