Terjemahan Al-Fatihah Al-Quran Sunnah Rasul

Bagi Peminat-Studi Quran S-Rasul se-dunia yang mau komparasi untuk perbaikan IMAN, silahkan simak terjemahan Alfatihah dibawah ini.

Terjemahan ALFATIHAH -*). (Makkiyah : 7 ayat) -0).

(1). Mudah mudahan-1) saya hidup-2) dengan Ilmu Allah-3), yang telah mengajar al Quran-4) menurut Sunnah Rasul-5) lagi yang memberi satu kepastian hidup menurut pilihan masing-masing-6)

(2).“………., -7) menjadi penyanjung hidup-8) dengan ajaran Allah menurut S-Rasul-Nya, pembimbing kehidupan semesta tiada tanding”.

(3).“……………, yang telah mengajar al Quran menurut S-Rasul-Nya lagi yang memberi satu kepastian hidup menurut satu pilihan masing-masing”.

(4).“…………….., yang merajai sejarah hidup dengan satu penataan hidup tiada tanding”-9).

(5).“Hanya dengan ajaran (al Quran) menurut S-Rasul ANDA inilah kami hidup mengabdi, yakni hanya menurut ANDA ini juga kami menuntut satu kemenangan hidup saling tolong-menolong tiada tanding-10).

(6).“Pedomanilah hidup kami (dengan al Quran menurut S-Rasul ini) menjadi satu penataan hidup yang demikian tangguh tiada banding “.

(7).Menjadi satu penataan hidup yang ANDA telah mantapkan menjadi kehidupan (Sunnah Rasul-Rasul-11), bukan aduk-adukan Nur-Dzulumat S-Syayatin-12), juga tidak penyalah-gunaan Dzulumat menurut S-Syayatin-13)”.

———————–
*)Alternatif istilah “Alfatihah” disini ialah “Isim Jamid”, “al’Alam”, yakni “Personal Name” yaitu nama Person, seperti “Lion”, nama kota di Perancis, atau “Wadin Namlu”, nama kota/ desa diJazirah Arab, tidak boleh diterjemahkan menurut arti kata kedalam bahasa apapun, oleh karena sudah demikian ketentuan kaidah bahasa, misalnya “singa” atau “kota/desa/
lembah semut”. Begitu istilah “ALFATIHAH”, tidak boleh diterjemahkan menjadi “pembukaan atau induk karangan” oleh karena dia adalah nama person yang diberikan kepada “sab’an minal matsani-9) hiya Fatihatul Kitab hiya Ummaul Kitab..”,
kata sebuah Hadits. Begitulah dengan nama Surat-Surat selanjutnya.
0)Istilah “Makkiyah” menunjukkan bahwa Surat ini turun dalam periode nabi Muhammad saw hidup di Makkah. Dilihat dari sistematik (asbabun) Nuzul maka surat “Alfatihah” ini turun selengkapnya sesudah kali pertama turun ayat (lima ayat pada awal Surat ‘Alaq). Ahli Tafsir menanggapinya berbeda-beda. Ada yang menganggap turunnya ialah kali kedua,ada yang kali ketiga, dsb. Dilihat dari Sistematik ILMU, Sistematik Surat dan Ayat, “Iqra’ : ‘(anta) bismi rabbika”, maka Surat Alfatihah adalah memberikan jawabannya. Maka cukup disiplin (tertib lawan kacau) kalau Surat Alfatihah ini turunnya adalah kali kedua. Turunnya “Alfatihah” berarti al Quran seumumnya dalam arti pokok pokonya secara umum.
Dengan demikian maka kedudukan Alfatihah ialah Induk Karangan, Surat-Surat Pendek (terutama Surat Ikhlas) menjadi kesimpulannya dan Surat-Surat Panjang ialah perinciannya.
1)Hubungkan dengan Surat Baqarah ayat 221, Surat Yunus ayat 25, dsb, “yad’u – du’a-un”, menjadi al Quran seumumnya dan khususnya Surat Alfatihah, lebih-lebih lagi merupakan bacaan inti dalam Shalat, berarti doa atau harapan, dalam bahasa Indonesia disebut “Mudah-mudahan, semoga, dsb.”. ialah dua rancangan kehidupan saling bertolak belakang.
2)Istilah “saya” (ana), pihak ke-Satu, adalah perubahan sebagai jawaban dari dan atau terhadap perintah “Iqra’:‘(anta), pihak ke-Dua (khitab)……”. Dan ingat arti “qara-a – yaqra-u – qira-a-tan, qur-anan” ialah baca hingga yang dibaca itu menjadilah pandangan yang membacanya.
3)Istilah “ismun”, jamaknya “asma-un”, berarti nama atau, berdasar Surat Baqarah ayat 31, “Wa’allama Adama (‘ilman) al asma-a”, menjadi alternatipnya disini ialah “ILMU atau ajaran Allah”.
4)Hubungkan dengan Surat ar Rahman ayat 2, “’allamal (‘ilma) quran”, menjadi alternatip “ismi” disini ialah ILMU atau ajaran. Isinya adalah NUR dan Dzulumat (qadar).
5)Istilah “menurut Sunnah Rasul”, hubungkan dengan hadits: “Inna ash-daqal hadits Kitabullah wa khairu huda huda Muhammad …………”, menjadi al Quran ialah penjelmaan kalam Allah menjadi “menurut Sunnah Rasul Muhammad saw”.
6)Istilah “ar rahim” jamaknya “ruhama-u”, hubungi Surrat Fath ayat 29, “ruhama-u bainahum…… fi wujuhihim min atsaris sujud”,menjadi satu kepastian hidup (qadla).
7)“………” ialah isyarat bahwa pokok atau pokok dan keterangan kaliamatnya dibuang (mahdluf) dibuang sebutannya tetapi tetap dipakai.
8)Istilah “al hamdu” bisa berbentuk Masdar dan bisa pula berbentuk Kata Pelaku (Isim Fa’il dalam bentuk Musyabbahah atau Mubalaghah), berdasar alasan Sharfiyah. Dan berdasar Teori Kalimat (Nahwiyah) dengan tujuan utama ialah Kalimat Sempurna (Kalimatun tammun) maka alternatip “al hamdu” disini ialah Kata Pelaku (imbuhan pe + Masdar = sanjung)menjadilah alternatipnya ialah penyanjung. Alternatip Masdar akan mengakibatkan kalimat menjadi “gharib” (tidak sempurna maka perhatikan ancaman Surat Taubah ayat 32 dan Surat Shaf ayat 8.
9)Hubungkan dengan Surat Kafirun ayat 6, “din” (sama dengan Sabil atau Shirath), berarti Dinul Islam satu penataan hidup Haq menurut Sunnah Rasul dan atau Din Batil ialah pilihan Dzulumat menurut Sunnah Syayatin.
10)Hubungkan dengan Surat Rum ayat 21, Dinul Islam dinamakan “mawaddah dan rahmah”, dan simpulkan dengan Surat Nashar ayat 1, “nashrullah wal fathu”, kata Hadits “Kal jasadi ………”.
11)Hubungkan dengan Surat Baqarah ayat 132, 133 dan 136; Surat Ma’idah ayat 3; dsb.
12)Hubungkan dengan Surat Baqarah ayat 42, 79 dan 85; Surat Ali Imran ayat 71; dsb. Surat Nisa’ ayat 51, menyebut “jibti” sama dengan Idealisme, dsb.
13)Hubungkan dengan Surat Baqarah ayat 257, “Thagut” ialah pendukung Naturalisme ialah penyalah gunaan Dzulumat menurut Sunnah-Syayatin, terbagi kedalam Individualisme (Liberalime) dan Kolektipisme (Komunisme, Sosialisme, dsb.). Dari itu, bagi siapa yang mau melakukan studi al-Quran maka perhatikan perintah Surat Nahl ayat 98 dan 99, “Fasta’id billahi minasy syayatanir rajim”. author @qms_r

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Pos ini dipublikasikan di gaya hidup, kesehatan, motivasi, parenting, religi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Terjemahan Al-Fatihah Al-Quran Sunnah Rasul

  1. Zulfa berkata:

    salam. Wah, ini terjemah Alfatihah revisi terbaru ya? Atau akan ada lagi revisi2 berikut. soalnya saya perhatikan antara terjemah lama dan revisian banyak perbedaan yang signifikan.boleh tanya ga, gan? pada pootnot no 4 kenapa hanya di sisitimatik umum terhadap ayat 2 saja dari surat arrahman?bukankah dari ayat 2-30 semua masih menjelaskan arrahman?jadi terjemah arrahman harus mencakup penjelasan ayat 2-30.bukankah dalam surat arrahman sendiri harus bekerja sistimatik ayat.?

  2. isma berkata:

    Berikam lebih banyak terjemahan lagidooonh

  3. riiirin berkata:

    terimakasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s