Al Muthaffi-fiin

Surat ke – 83 : Al Muthaffi-fiin – 36 ayat.

Bismillahir Rahmaanir Rahiim.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
“Mudah-mudahan saya hidup dengan Ilmu Allah, yang telah mengajar al Quran menurut Sunnah-Rasul lagi yang memberi satu kepastian hidup menurut pilihan masing-masing.

1. Wailul lilmuthaffifiin [a].
Kecelakaan bagi orang-orang yang curang.
1. Jahannam jualah wujud kehidupan “Muthaffi-fiin”.

2. Aladziina idzak taaluu ‘alan naasi yastaufuun [a].
Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran orang-orang lain minta disempurnakan
2. Yaitu, mereka yang mengeruk keuntungan atas berbagai kepincangan kehidupan-1).

3. Waidzaa kaaluuhum au wazanuuhum yukhsiruun [a].
Apabila mereka menakar atau menimbang buat mereka (orang-orang lain) mereka merugikan(mengurangi).
3. Dan didalam penakaran timbangan dan penukaran mereka merabat yang bukan- bukan-2).

4. Alaa yazhunnu ulaaika annahum mab’uutsuun [a].
Tidakkah mereka mengira bahwa sesungguhnya mereka itu dibangkitkan?
4. Tidaklah mereka rasakan bahwa wujud kehidupan yang demikian itu akan membawa akibat yang harus dipertanggung-jawabkan.

5. Li yaumin ‘azhiim [in].
Pada hari yang besar.
5. Bagi peredaran hidup kedalam satu kesudahan yang sangat suram-3).

6. Yauma yaquumun naasu lirabbil ‘aalaminn [a].
Yaitu hari berdirinya manusia (menghadap) Tuhan seluruh alam.
6. Yaitu satu peredaran dimana manusia tampil bertindak menurut ajaran Allah Pembimbing semesta kehidupan-4).

7. Kallaa inna kitaabal fujjaari lafii sijjiin [in].
Jangan demikian, sesungguhnya catatan orang-orang yang durhaka sungguh tetap dalam sijjin.
7. Tidak demikian sesungguhnya doktrin pelacur2 ILMU hanya akan mewujudkan kehidupan “Sijjin”.

8. Wa maa adraaka maa sijjiin [un].
Tahukah kamu apakah sijjin itu?
8. Tahukah kamu gerangan apa yang disebut “Sijjin” ?.

9. Kitaabum marquum [un].
Yaitu suatu kitab yang bertulisan.
9. Yaitu buku menuliskan kehidupan “mabuk kepayang”-5).

10. Wailuy yauma-idzil lil mukadzdzibiin [a].
Kecelakaanlah pada hari itu bagi orang-orang yang berdusta.
10. Peredaran hidup kedalam kesudahan Jahannam bagi mereka yang melakukan pemutar balikan-6).

11. Alladdiina yukadzdzibuuna biyaumiddiin [i].
Yaitu orang-orang yang mendustakan terhadap hari pembalasan.
11. Ialah mereka yang memutar balikkan dari yang sebenarnya bahwa wujud kehidupan itu ialah peredaran menurut satu penataan-7).

12. Wa maa yukadzdzibu illaa kullu mu’tadin atsiim [in].
Dan tidak mendustakannya melainkan setiap orang yang melampaui batas dan berbuat dosa.
12. Dan tidak adalah apa yang diputar-balikkan itu kecuali senyuman manis Penipu-ulung-8).

13. Idzaa tutlaa ‘alaihi aayaatunaa qaala asaathiirul awwaliin [a].
Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, maka ia berkata : “(Itu adalah) legenda (dongeng)
orang-orang terdahulu”.
13. Bila kepada mereka dikemukakan ajaran KAMI, Allah, terus saja dijawab serempung dongeng hiburan dari orang yang tidak berpendidikan-9).

14. Kallaa bal raana ‘alaa quluubihim maa kaanuu yaksibuun [a].
Jangan demikian, bahkan sesuatu yang mereka usahakan itu menutup hati mereka.
14. Tidak benar demikian bahkan omongan mereka itu sendirilah yang merupakan teriakan orang yang sakit ingatan-10).

15. Kallaa innahum ‘ar rabbihim yauma-idzil lamahjuubuun [a].
Jangan demikian, sesungguhnya pada hari itu mereka benar-benar terhalang dari Tuhan mereka.
15. Tidak demikian saja, sebenarnyalah mereka tidak mampu menanggapi ajaran Pembimbingnya, bahwa hidup itu ialah penjelasan ILMU kedalam tindakan mencapai tujuan-11).

16. Tsumma innahum lashaalul jahiim [i].
Kemudian sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
16. Selanjutnya bahwa hidupnya itu hanyalah satu pembinaan kehidupan Jahannam.
17. Tsumma yuqaalu haadsal ladzii kuntum bihii tukadzdzibuun [a].
Kemudian dikatakan: “Inilah sesuatu yang dahulu selalu kamu dustakan”.

17. Akhir kelak akan dibuktikan, itulah dia wujudnya kehidupan kamu yang memutar-balikkan.

18. Kalla inna kitaabal abraari lafii ‘illiyyiin [a].
Jangan demikian, sesungguhnya kitab (catatan) orang-orang yang takwa benar-benar ada di ‘illiyyiin.
18. Tidak demikian hal-nya, sebenarnya kitab indah itu-12) ialah yang berisi Nilai2-kehidupan yang mengagumkan.

19. Wa maa adraaka maa ‘illiyyuun [a].
Tahukah kamu, apakah Illiyyiin itu?
19. Tahukah kamu apa gerangan yang disebut “iliyyinn”.

20. Kitaabum marquum [un].
Ialah suatu buku yang bertulisan.
20. Kitab yang melukiskan kehidupan.

21. Yasyhaduhul muqarrabuun [a].
Yang disaksikan oleh Malaikat yang didekatkan (kepada Allah).
21. Yang membentuk pandangan mereka pembela-kehidupan perdamaian-13).

22. Innal abraara lafii na ‘iim [in].
Sesungguhnya orang-orang yang taqwa itu benar-benar berada dalam kenikmatan.
22. Sesungguhnya orang2 yang hidup Ihsan-14) ialah penaka di taman merindang kepuasan.

23. ‘Alal araa-iki yanzhuruun [a].
(Duduk) di atas bangku sandar seraya memandang.
23. Tasik merimbun menyantun kehidupan-15).

24. Ta’rifu fii wujuuhihim nadharatan na’iim [i].
Dari wajah mereka kamu mengetahui keni’matan hidup yang menyenangkan.
24. Jelas dikenal sudut pandangan hidupnya itu ialah, Pandangan ILMU yang menggunturkan kehidupan-Indah melimpah kenikmatan.

25. Yusqauna mir rahiiqim makhtuum [i].
Mereka diberi minum arak murni yang (tempatnya) dilak.
25. Penaka hidangan yang meng-asyikkan peminum.

26. Khitaamuhuu misk [un]. Wafii dzaalika falyatanaafasil mutanaa fisuun [a].
Laknya adalah kesturi; Demi itulah maka hendaklah berlomba-lomba orang yang mau berlomba.
26. Rasa asyik bagi peminum yang benar2 minum, dan terhadap ini maka siapa yang mau dipersilahkan menghirupkan-16).

27. Wa mizaajuhuu min tasniim [in].
Dan campurannya adalah dari tasnim (minuman orang-orang taqwa).
27. Yaitu sejenis hidangan dari angkasawan-17).

28. ‘Ainay yasyrabu bihal muqarrabuun [a].
Yaitu mata air yang mana orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) itu minum dari padanya.
28. Yakni sungai kehidupan bagi pejuang2 perdamaian-18).

29. Innal ladziina ajramuu kaanuu minal ladziina aamanuu yadhhakuun [a].
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa dahulu selalu menertawakan terhadap orang-orang yang
beriman.
29. Sungguh orang2 yang meneguk di air-keruh berbagai kesalahan akan ketawa mengejek melihat mereka yang ber-Iman-19).

30. Wa idzaa marruu bihim yataghaamazuun [a].
Apabila orang-orang yang beriman lewat di muka mereka, mereka saling memencingkan mata sebagai
ejekan.
30. Yaitu bila berlalu disamping yang ber-Iman mereka saling memper-olok2an-20).

31. Wa idzanqqalabuu ilaa ahlihimunqqalabuu fakihiin [a].
Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada keluarga mereka, maka mereka bersuka ria
(dengan memperolok-olokkan orang yang beriman).
31. Atau jikalau sudah berada dibelakangnya yang sama menentang itu mereka pun sama ria-nya bagaikan perampok habis melakukan penodongan-21).

32. Wa idzaa ra-auhum qaaluu inna haa-ulaa-i ladhaalluun [a].
Dan apabila mereka melihat mereka (orang-orang yang beriman), maka mereka berkata: “Sesungguhnya
mereka itu benar-benar orang-orang yang tersesat”.
32. Dan kapan saja menemui orang ber-Iman mereka lantang menyatakan “Mereka inilah yang sebenarnya dalam kesesatan”.

33. Wamaa ursiluu ‘alaihim haafizhiin [a].
Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak diutus untuk menjaga orang-orang mu’min.
33. Dalam wujud kehidupannya mereka yang menengguk di air-keruh, berbagai kesalahan itu tiada diberi pengamanan-22).

34. Fal yaumal ladziina aamanuu minal kuffaari yadhhakuun [a].
Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan terhadap orang-orang kafir.
34. Maka kesudahan hidup orang2 ber-Iman adalah. kedalam satu kesudahan menang yakni ketawa balasan terhadap mereka2 yang hidup berbagai kekufuran-23).

35. ‘Alal araa-iki yanzhuruun [a].
(Duduk) di atas bangku sandar seraya memandang.
35. Penaka tasik-merimbun yang saling menyantun menghidang kewaspadaan-24).

36. Hal tsuwwibal kuffaaru maa kaanuu yaf’aluun [a].
Apakah orang-orang kafir itu telah diganjar atas apa yang dahulu selalu mereka kerjakan?
36. Tidak adalah Dzulumat MS-Sy itu kecuali wujud kehidupan yang saling bertabrakan-25).

———————-

5.Hubungkan dengan surat al Qalam : 7-25.
6, 7 dan 8, Idem dgn diatas.
9.Ingat tuduhan mereka kepada para Nabi sebagai orang yang tidak berpendidikan dan hanya sebagai tukang-contek belaka.
10.Ingat kembali S.Qalam : 155.
11.Hubungkan dengan surat …… : 5 dan Mudatsir : 50-51.
12.Hubungkan dengan surat ali Imran : 14, 37 dan 195, ar Ra’du : 89 dan Shad : 25, 40 dan 49.
13.Hubungkan dengan surat …… : 29.
14.Ingat kembali al Baqarah : 177 dan Hadits Ihsan.
15.Ingat kembali ungkapan2 pada S.ar Rahman : 46-78 dan Waqi’ah : 10-40, Shaffat : 40-50.

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Pos ini dipublikasikan di 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s