Juz’Amma

Shalat yang khasyi’un melalui rattil atau studi Qur’an,mudah mudahan Juz ‘Amma ini kita bisa melakukan rattil secara konsisten
Sekedar mengingatkan bahwa, Bahasa Al Quran adalah “Bahasa percakapan” yang berisi nilai-nilai ILMU yakni Informasi langsung dari Allah via Rasul-NYA dan bukan bahasa “Lagu dan Mistik atau dukun” dsb.

Sekedar menyadarkan kita semua bahwa,”betapa gelap dan kacaunya hidup kita” segala gerak hidup penuh spekulasi bila tanpa Petunjuk-NYA, ILMU (Al Quran MS-R).

Karena Allah Mau selamatkan Ummatnya agar hidupnya tidak sia-sia dengan memberi Petunjuk-ILMU Al Quran MSR via Rasul-NYA guna mendapatkan “Kebahagiaan Dunia dan Akhirat”

Silahkan Anda Perbandingan Terjemahan Al Qur’an Dept Agama dengan Al Qur’an Menurut Sunnah-Rasul, terjemahan manakah yang berisi ILMU???.

Beberapa Surat-Surat Pendek ( Juz ‘Amma )

Surat ke 96 : ‘Alaq = 19 ayat.

Bismillahir Rahmaanir Rahiim.
(Dept  Agama) Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.

(AQMSR) “Mudah-mudahan saya hidup dengan Ilmu Allah, yang telah mengajar al Qur’an menurut Sunnah-Rasul lagi yang memberi satu kepastian hidup menurut pilihan masing-masing.

1.Iqrabismi Rabbikal ladzii khalaq [a].
Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menjadikan.

1. Nyatakan diri kamu atas nama Allah menurut Ajaran ILMU-NYA, Pembimbing kehidupan kamu, DIA, Allah, yang telah mencipta segala.

2. Khalaqal insaana min ‘alaq [in].
Menjadikan manusia dari segumpal darah.

2. DIA, Allah , yang telah mencipta manusia dari segumpal sel-sel darah dalam proses paduan sperma.

3. Iqra wa Rabbukal akram [u].
Bacalah, dan Tuhan-mu Yang Maha Pemurah.
3. Nyatakan diri kamu demikian, yakni menurut ajaran Pembimbing kamu yang memiliki nilai-nilai kehidupan mulia.

4. Alladzii ‘allama bil qalam [i].
Yang mengajar dengan qalam.

4. DIA, Allah, yang telah mengajarkan suatu ILMU untuk dibukukan kedalam satu kitab yakni Al Qur’an MSR-NYA.

5. ‘Allamal insaana maa lam ya’lam.
Dia mengajar manusia sesuatu yang tidak diketahui.

5. Yang mengajarkan manusia tentang segala sesuatu yang tidak pernah diketahuinya.

6. Kallaa, innal insaana layathghaa.
Jangan demikian sesungguhnya manusia itu sungguh melampaui batas.

6. Tetapi sayang, sesungguhnya manusia itu sendirilah yang meng-aduk2kan!.

7. Ar ra-aahus taghnaa.
Manakala ia melihat dirinya kaya.

7. Karena memandang dirinya itu memiliki berbagai kelebihan!.

8. Inna ilaa rabbikar ruj’aa.
Sesungguhnya kembali (mu) itu kepada Tuhanmu.

8. Sebenarnya DIA , menurut ajaran-NYA Pembimbing kamu itu, menyudahi diri kedalam satu kesudahan kehidupan!.

9. Ara-‘aital ladzii yanhaa.
Bagaimana pendapatmu perihal orang yang mencegah.

9. Lihatlah , betapa mereka2 yang menantang?.

10. ‘Abdan idzaa shallaa.
Kepada seorang hamba ketika ia shalat.

10. Yaitu bila orang mau melakukan shalat dia provokasikan.

11. Ara-aita in kaana alal hudaa.
Bagaimana pendapatmu (hai orang yang ingkar) jika ia (orang yang dicegah itu) di atas kebenaran?

11. Lihatlah pula, bagaimana jika orang itu teguh dengan Hudan.

12. Au amara bit taqwaa.
Atau menyuruh untuk bertaqwa.

12. Atau yang giat berda’wah agar manusia ini hidup menurut IMAN.

13. Ara-aita in kadzdzaba wa tawallaa.
Bagaimana pendapatmu, jika ia (orang melarang itu) mendustakan dan berpaling?

13. Lihatlah juga mereka2 yang memutar balikkan dan yang melakukan penyelewengan.

14. Alam ya’lam biannallaaha yaraa.
Apakah ia tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah itu melihat.

14. Mengapa mereka tidak mau memahami, bahwa Allah dengan Ajaran Laknat-NYA jualah yakni Dzulumat MS-Sy yang membikin mereka berpandangan demikian.

15. Kallaa la-illam yantahi lanasfa’an bin naashiyah [naashiyati].
Jangan demikian, sungguh jika ia tidak menghentikan (tindakannya), sungguh kami renggut ubun-ubunnya.

15. Ingatkanlah, jikalau mereka tidak mau melepaskan sikapnya yang demikian, niscaya akan KAMI (Allah) jerumuskan mereka itu kedalam kehidupan “Nashiyah”.

16. Naashiyatin kaadzibatin khaathi-ah [khaathi-atin].
Yaitu ubun-ubun orang yang berdusta dan bersalah.

16. Yaitu kehidupan pecah-belah yang saling mendusta dan salah-menyalahkan.

17. Fal yad’u naadiyah [u].
Maka agar ia memanggil komplotannya.

17. Maka silahkan dia panggil para Ulama-nya untuk mengatasinya dengan satu da’wah.

18. Sanad’uz zabaaniyah [zabaaniyata].
Akan kami panggilkan Zabaniyah.

18. KAMI, (Allah) pun akan mengerahkan Zabaniyah-1)

19. Kalla laa tuthi’hu was jud waqtarib.
Jangan demikian, janganlah kamu mentaatinya; Dan sujud dan mendekatkan dirilah kamu (kepadaTuhan).

19. Sebenarnyalah mereka salah! Jangan se-kali-kali kamu mengikuti mereka yang salah!, Dan hidup merunduklah kamu dengan ajaran Allah yang NUR MSR dan menurut ini maka hiduplah kamu berbuat tepat.
===========================

Tentang unnanoche

I was born yesterday..and I feel as gulible today
Pos ini dipublikasikan di 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s